Saturday, 25 January 2014

Salam Maulidurrasul 1435H

In the name of Allah the Most Gracious the Most Merciful.

Alhamdulillah Nisa' Serdang kini kembali mengaktifkan segala saluran informasi yang ada. Dikesempatan yang masih ada, bersempena dengan bulan Rabi'ul Awal 1435 H, Team Nisa' Serdang ingin mengajak semua untuk memperbanyakkan selawat serta salam kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW.


Jom kita hidupkan amalan sunnah yang Nabi Tercinta kita amalkan dalam aktiviti harian kita. Semoga kita menjadi hamba yang dicintai baginda di dunia dan akhirat.


Friday, 18 January 2013

Salam Maulidur Rasul

"Wahai umatku, kita semua berada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al-Quran dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."

Wednesday, 16 January 2013

~Tiga bulan tidak mampu memandang wajah suami~


Perkawinan itu telah berjalan empat tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: "kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?". Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.
Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, lalu menyambungnya
dengan ucapan: Alhamdulillah.
Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.Sang suami berkata kepada sang dokter: "Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran.
Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: "… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.
Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: "Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:" betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan".
Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: "istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …". Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah dihadapannya.Akhirnya sang istri berkata: "OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih".Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.
Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: "Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …".Sang istri pun bed rest di rumah sakit.
Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: "Maaf, saya ada tugas
keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja"."Haah, pergi?". Kata sang istri."Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat". Kata sang suami.Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri.
Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: "Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi".Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.
Dan subhanallah …Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri
melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari'ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari `Ashim.Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan.
Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.Hamper saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.
Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani
menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.
(Diterjemahkan dari kisah yang dituturkan oleh teman tokoh cerita ini, yang kemudian ia tulis dalam email dan disebarkan kepada kawan-kawannya)
Sama-samalah kita mengambil pengajaran dari cerita ini. Bukan semua yang kita mahu, kita akan perolehi. Segalanya telah Allah S.W.T tetapkan. Dan ujian itu bukan percuma, tetapi akan dibalas oleh Allah S.W.T dengan balasan dan ganjaran yang setimpalnya bagi mereka yang sabar menghadapinya. Allah S.W.T Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang.. Wallahua'alam.

Monday, 14 January 2013

Jom, jom! 
Bulatan Kasih Sayang PEMBUKA TIRAI 2013.

Bersama Puan Muna Izzah
15.1.13 / Selasa
di Dewan Seminar, Masjid Al-Hasanah B.B.B.

Ayuh Semua! kita meriahkan majlis ILMU.

Wednesday, 24 October 2012

Salam EidulAdha 1433H!

Kepada semua sahabat,
Selamat Hari Raya EidulAdha.

Kepada yang pulang ke kampung, 
Berhati-hati semasa memandu [kalau jadi pemandu]
Duduk elok-elok, diam-diam [kalau jadi penumpang]
Tapiiiiiii, jangan tidur bagi yang jadi co-pilot [kalau dok sebelah pemandu]

Teman berjaga kepada pemandu, okey!

Esok hari raya, bermaaf-maafan dengan keluarga semua, sanak saudara, jiran tetangga [kalau jiran ada tak balik kampung].

Ziarah menziarahi tidak ditinggalkan.
Sebab nanti boleh makan makanan yang pelbagai, hehehe.
Ehhh, jangan makan banyak sangat tau..
Jaga kesihatan juga, kang nanti naik kolesterol, darah tinggi, kencing manis pula...

Mari bermuhasabah EidulAdha dan Ibadah Korban

Sesungguhnya laungan takbir mempunyai makna tersendiri yang mesti difahami dengan jelas oleh setiap individu muslim yang beriman bahawa Allah adalah Tuhan mereka, iaitu menjelmakan kefahaman bahawa Allah adalah segala-segalanya seperti maksud di bawah ini :

1. Kita percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah, kita juga percaya bahawa tiada undang-undang yang lebih hebat daripada undang-undang-Nya.
2. Kita meyakini bahawa setiap masalah yang timbul adalah daripada-Nya dan jalan penyelesaiannya juga adalah daripada-Nya.
3. Kita mesti beradab dengan kitab suci al-Quran tanpa ada sebarang perasaaan ragu atau syak terhadapnya.
4. Kita hanya tunduk kepada Allah dan agama-Nya (Islam) sahaja, serta menjauhkan diri daripada menganut ajaran atau fahaman yang tiada kena mengena dengan Islam.
5. Kita berjanji untuk menunaikan segala sumpahan kita terhadap-Nya seperti lafaz dalam doa iftitah, al-Fatihah dan doa Qunut.
6. Pasrah hanya kepada Allah dengan menyanjung tinggi serta mendaulatkan undang-undang Islam yang lebih tinggi daripada undang-undang ciptaan manusia yang serba kekurangan.
7. Menjadikan Allah matlamat dalam kehidupan kita termasuk ungkapan, tindakan dan keputusan yang dibuat.
8. Meyakini bahawa segala bencana yang menimpa adalah atas kesilapan kita sendiri dan termasuk dalam senarai qada’ dan qadar Allah.
9. Merasa takut dan cemas akan ancaman Allah.
10. Takut kepada azab api neraka.
11. Tidak memilih pemimpin yang menyalahi Syariat Islam, sama ada dari sudut perbuatan, tingkah laku (body language), role model, percakapan dan lain-lain.
12. Tidak terdetik sedikitpun dalam hati untuk tidak percaya kepada Allah pada undang-undang, hukuman dan sebagainya.
13. Menjadikan rumah Allah sebagai tempat mengembalikan kemuliaan Islam dalam segenap aspek dan bukan hanya tempat untuk beribadat semata-mata.
14. Mensuci dan membesarkan Allah pada sifat-sifat serta nama-nama-Nya.
15. Meyakini bahawa Allah tidak membiarkan hamba-hamba-Nya meraba-raba di muka bumi ini tanpa buku panduan.
16. Menjadikan diri kita patuh, setia serta taat hanya kepada-Nya sahaja.


Sementara maksud korban pula, ia merupakan istilah daripada bahasa Arab yang bererti hampir/dekat, iaitu ibadat korban dengan menyembelih binatang ternakan adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah seperti yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim ke atas anaknya Nabi Ismail. Korban binatang ternakan adalah dikira sebagai satu ibadat kepada Allah SWT, apabila ia disebut sebagai ibadat, sudah pasti ibadat itu sendiri tidak dapat menerima perlakuan maksiat ketika ibadat korban sedang berlangsung.

!Semoga bermanfaat!

Thursday, 11 October 2012

Salam Jumaat!


Thursday, 9 August 2012

Ramadhan Kareem!


Thursday, 28 June 2012

selesai Sembang Santai :"Ke Syurga kah Cinta Kita??

Sembang Santai
"Ke Syurga kah Cinta Kita??" bersama
Panel Ustaz Syed Abdul Kader Al-Jofree & Shamsul Ghau-Ghau
 di Uptown Reko Sentral, Bandar Baru Bangi, 23 Jun 2012,  9 malam.
syabas dan tahniah pada semua! kita jumpe lagi di lain ss 'Sembang Santai'
 
 
 

fadhilat bulan syaaban


Bulan Syaaban merupakan bulan kedua selepas Rejab yang penuh dengan keberkatan. Sebahagian ahli hikmah menyatakan bahawa sesungguhnya bulan Rejab adalah kesempatan untuk meminta ampun dari segala dosa, pada bulan Syaaban adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dari segala macam cela dan pada bulan Ramadhan adalah masa untuk menerangkan hati dan jiwa.
Di antara amalan-amalan yang digalakkan pada bulan Syaaban adalah:
Memperbanyakkan puasa sunat Sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu bahawa Rasulullah SAW. lebih gemar untuk berpuasa sunat dalam bulan Syaaban berbanding dengan bulan-bulan yang lain. Justeru itu adalah patut bagi kita selaku umat Baginda mencontohinya dalam memperbanyakkan puasa sunat bagi menyemarak dan mengagungkan bulan Syaaban ini.
  • Di dalam kitab Durratun Nasihin ada menyebut sebuah hadis yang menyatakan bahawa Rasulullah SAW. bersabda yang maksudnya: "Barangsiapa berpuasa tiga hari pada permulaan Syaaban dan tiga hari pada pertengahan Syaaban dan tiga hari pada akhir Syaaban, maka Allah Taala mencatat untuknya pahala seperti pahala tujuh puluh nabi dan seperti orang-orang yang beribadat kepada Allah Taala selama tujuh puluh tahun dan apabila dia mati pada tahun itu maka dia seperti orang yang mati syahid."

  • Memperbanyak doa, zikir dan berselawat kepada Rasulullah S.A.W. Sabda Rasulullah S.A.W.: "Barangsiapa yang mengagungkan bulan Syaaban, bertaqwa kepada Allah, taat kepada-Nya serta menahan diri dari perbuatan maksiat, maka Allah Taala mengampuni semua dosanya dan menyelamatkannya di dalam tahun itu dari segala macam bencana dan penyakit." (Dipetik dari kitab Zubdatul Wa'izhin)

  • Bertaubat Diriwayatkan dari Umamah Al Bahili Radiallahuanhu, dia berkata: Rasulullah S.A.W. bersabda yang maksudnya: "Manakala masuk bulan Syaaban, sukacitalah dirimu dan perbaiki niatmu."
  •  Dr Yusuf al-Qaradawi ada mengulas tentang amalan malam Nisfu Syaaban dengan katanya:“Tidak pernah diriwayatkan daripada Nabi s.a.w. dan para sahabat bahawa mereka berhimpun di masjid untuk menghidupkan malam nisfu Syaaban, membaca doa tertentu dan solat tertentu seperti yang kita lihat pada sebahagian negeri orang Islam. Bahkan di sebahagian negeri, orang ramai berhimpun pada malam tersebut selepas maghrib di masjid. Mereka membaca surah Yasin dan solat dua raka`at dengan niat panjang umur, dua rakaat yang lain pula dengan niat tidak bergantung kepada manusia, kemudian mereka membaca do`a yang tidak pernah dipetik dari golongan salaf (para sahabah, tabi`in dan tabi’ tabi`in). Ianya satu doa yang panjang, yang menyanggahi nas-nas (al-Quran dan Sunnah) serta bercanggahan dan bertentangan pula isi kandungannya…perhimpunan (malam nisfu Syaaban) seperti yang kita lihat dan dengar yang berlaku di sebahagian negeri orang Islam adalah bidah dan diada-adakan. Sepatutnya kita melakukan ibadat sekadar yang dinyatakan dalam nas. Segala kebaikan itu ialah mengikut salaf, segala keburukan itu ialah bidah golongan selepas mereka, dan setiap yang diadakan-adakan itu bidah, dan setiap yang bidah itu sesat dan setiap yang sesat itu dalam neraka” (Dr. Yusuf al-Qaradawi, Fatawa Mu`asarah, 1/382-383, Beirut: Dar Uli al-Nuha, Beirut).

Tuesday, 27 March 2012

jom bersama putrajaya berselawat!



KELEBIHAN BERSELAWAT KE ATAS NABI MUHAMMAD S.A.W
Al-Sheikh Abdul Kadir Al-Jelani Al-Hasani, Quddisa sirruhu menyatakan tentang kelebihan berselawat ke atas Nabi Muhammad s.a.w. di dalam kitabnya al-Safinah al-Qadiriyyah. Beliau meriwayatkan daripada Ibnu Farhun berkata: Berselawat kepada Nabi Muhammad s.a.w. itu mempunyai empat puluh dua kelebihan. Hal ini tertulis di dalam kitabnya ‘Hadaiq al-Anwar’:-
1. Melaksanakan perintah Allah.
2. Bersamaan dengan selawat Allah kepada Rasulullah s.a.w.
3. Bersamaan dengan selawat para malaikat.
4. Mendapat ganjaran sepuluh kali selawat daripada Allah atas setiap kali selawat yang diucapkan (selawat daripada Allah bererti rahmat).
5. Dikurniakan oleh Allah sepuluh darjat atas tiap-tiap satu selawat.
6. Dituliskan oleh malaikat sepuluh kebaikan atas setiap selawat.
7. Dihapuskan oleh Allah sepuluh kejahatan atas setiap selawat.
8. Segala doa akan diperkenankan oleh Allah.
9. Mendapat syafaat daripada Rasulullah s.a.w.
10. Mendapat keampunan Allah serta akan ditutup segala keaiban.
11. Allah akan menutupi segala dukacita.
12. Dikurniakan maqam hampir kepada Rasulullah s.a.w.
13. Mendapat darjat al-Sidq.
14. Ditunaikan segala hajat.
15. Salam sejahtera pada hari kiamat.
16. Allah dan para malaikat akan berselawat ke atas individu yang berselawat.
17. Mendapat khabar gembira daripada Allah dengan balasan syurga.
18. Salam sejahtera pada huru-hara hari kiamat.
19. Rasulullah s..a.w. akan menjawab secara langsung ke atas setiap selawat yang dibacakan.
20. Mudah mengingat semula perkara-perkara yang lupa.
21. Mendapat kedudukan yang baik pada hari kiamat serta tidak akan kecewa pada hari itu.
22. Tidak akan merasai fakir.
23. Terpelihara daripada dihinggapi sifat bakhil.
24. Mendapat kesejahteraan daripada doa Rasulullah s.a.w. kepada yang berselawat.
25. Selawat akan menjemput setiap pengucapanya ke jalan syurga.
26. Menjauhkan seseorang itu daripada terlibat dalam majlis-majlis yang tidak disebut padanya nama Allah dan Rasul-Nya atau daripada majlis-majlis lagha.
27. Berselawat menyempurnakan kalam pujian Allah apabila disebut (di dalam doa), maka akan disambut selepas itu dengan kalimah selawat ke atas Nabi Muhammad s.a.w.
28. Selamat melintasi titian Sirat al-Mustaqim pada hari kiamat.
29. Disambut oleh Allah pada hari kiamat dengan kata-kata pujian yang lunak.
30. Mendapat balasan rahmat yang luas daripada Allah.
31. Mendapat keberkatan daripada Allah.
32. Mendapat kesempurnaan iman.
33. Kasih dan cinta kepada Rasulullah s.a.w.
34. Mendapat hidayah Allah dan dikurniakan hati yang sentiasa hidup mengingati Allah.
35.Setiap selawat yang dibaca akan dibentangkan di hadapan Rasulullah s.a.w. secara langsung.
36. Teguh pendirian dengan kebenaran.
37. Berselawat bererti kita menggunakan sebahagian hak-hak Rasulullah s.a.w. ke atas diri kita. Di samping itu ianya dianggap sebagai mensyukuri nikmat Allah yang mengurniakan dan mengutuskan Rasulullah s.a.w. kepada kita.
38. Berselawat juga bererti zikrullah, bersyukur serta mengikut segala nikmat yang dikurniakan oleh Allah.
39. Berselawat bererti melengkapkan pengertian berdoa dan memohon kepada Allah, ke atas Rasulullah s.a.w. dan kepada diri sendiri.
40. Antara kelebihan yang paling hebat kepada setiap individu ialah akan terjelma gambaran Rasulullah s.a.w. di dalam jiwanya.
41. Dikurniakan oleh Allah maqam seorang Syeikh dan Murabbi.
42. Mendapat kebahagiaan, ketenangan hidup didunia dan akhirat.

http://www.muftins.gov.my/component/content/article/62-hikam-dan-ibrah/303–kelebihan-berselawat-ke-atas-nabi-muhammad-saw